Social Engineering (Security)

Social Engineering

Apa sih social engineering?
Social Engineering dapat diartikan sebagai manipulasi psikologis yang dilakukan seseorang dalam melakukan aksi kejahatan untuk mendapatkan informasi rahasia. Social engineering biasanya dapat dilakukan melalui telepon atau internet. Hal-hal semacam ini sudah tidak asing lagi bagi kita pada saat ini. Namun masih banyak yang menjadi korban dari social engineering.

Tahukah Anda contoh-contoh dari social engineering?
Kasus-kasus yang umum kita temui, misalnya seseorang menelepon dengan identitas yang dipalsukan, dengan maksud untuk mendapatkan informasi tertentu yang akan disalahgunakan yang akan merugikan korban. Dan untuk mendapatkan informasi tersebut banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelaku misalnya berbohong dll.

Berikut merupakan kisah nyata (kasus penipuan) yang pernah dialami oleh orang terdekat saya tergolong dengan tindakan social engineering; seseorang berpura-pura sebagai agen dari perusahaan Telkomsel menelepon untuk mengkonfirmasikan bahwa korban mendapatkan hadiah berupa uang puluhan juta rupiah, disini dijelaskan bahwa hadiah diperoleh dari undian yang dilakukan oleh perusahaan tiap tahun. Awalnya korban tidak percaya akan mendapatkan hadiah, namun untuk memastikan lebih lanjut pelaku penipuan ini meyakinkan agar korban mengakses situs palsu yang sudah disiapkan agar korban percaya, disitus tersebut sudah ada nomor telepon dan nomor pin undian. Singkat cerita dan akhirnya korban percaya. Untuk mendapatkan uang hadiah yang dijanjikan, pada awalnya pelaku penipuan menyuruh korban mentransfer uang Rp. 100.000,- ke rekening yang sudah diberikan dengan alasan agar uang hadiah jutaaan rupiah dapat dicairkan, namun setelah ditransfer uang tersebut tidak pernah cair dan korban menelepon kembali agen tersebut, tetapi agen tersebut mengatakan uang yang ditransfer tidak cukup untuk mencairkan uang hadiah, dan meminta kembali tambahan transfer dalam jumlah yang lebih besar, akan tetapi uang hadiah undian yang dijanjikan tersebut tidak cair sepeserpun dan akhirnya korban sadar bahwa semua itu adalah penipuan belaka.

Jika dikaitkan dengan dunia cyber, dari cerita diatas social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer yaitu manusia. Karena sistem komputer pasti akan melibatkan interaksi manusia. Dapat dikatakan bahwa sehebat apapun teknologi, sistem kemanan, hardware, software dan platform yang ada, namun kemungkina kelemahan akan terdapat pada manusia itu sendiri.

Social engineering dalam dunia cyber saat ini!
Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh para hacker untuk memperoleh informasi targetnya, dengan cara meminta informasi kepada target atau pihak yang berkaitan. Biasanya yang dijadikan target adalah orang yang mudah terpengaruh. Seperti metode hacking, social engineering juga memerlukan persiapan.

Apa faktor utama social engineering?
Dibalik semua kemanan dan prosedur pengamanan yang ada, masih terdapat faktor lain yang sangat berperan penting yaitu manusia. Dapat dikatakan manusia adalah sebagai rantai paling lemah dalam sistem keamanan. Sebuah sistem keamanan yang baik, akan tetapi menjadi tidak berguna jika ditangani oleh administrator yang kurang kompeten.

Sebagai contoh seseorang network admin sistem kemanan sudah menerapkan kebijakan keamanan dengan baik namun ada user yang mengabaikan masalah kemanan tersebut. Misalnya user menggunakan password yang umum dan mudah ditebak, lupa logout ketika sistem tidak digunakan, dan memberikan akses kepada sembarang orang. Hal ini tentunya dapat merugikan perusahaan karena memberikan celah terhadap seseorang penyerang untuk mencuri atau merusak data-data penting perusahaan.

Dalam hal lain seperti slip gaji, slip atm yang sering kita buang, hal sepele yang kita anggap tidak berarti, namun hal ini dapat dimanafaatkan oleh pelaku untuk memperoleh informasi yang bisa digunakan. Tindakan pelaku diatas dapat digolongkan kedalam social engineering.

Adakah metode social engineering?
  • Metode pertama adalah metode yang paling dasar dalam social engineering, pelaku kejahatan meminta secara langsung keinginannya, contoh: password, akses jaringan, konfigurasi sistem dan lain-lain. Cara ini pada umumnya sedikit berhasil. Tapi sangat membantu pelaku dalam melakukan tindakan kejahatannya.
  • Metode kedua adalah menciptakan situasi palsu, seperti kisah penipuan diatas. Pelaku berbohong dan melakukan usaha lain yang melancarkan rencananya.
  • Metode ketiga adalah dalam dunia cyber, dengan mengirim e-mail yang meminta target untuk membuka attachment yang tentunya bisa disispi worm, trojan horse untuk membuat backdoor di sistemnya, bahkan file berupa .jpg dll dapat disisispkan worm.

Namun masih banyak metode lainnya yang dilakukan oleh tindakan social engineering. Riset psikologi juga menunjukkan bahwa seorang akan lebih mudah memenuhi keinginan jika sebelumnya sudah pernah berurusan, sebelum permintaan inti cobalah untuk meminta target melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu.

Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar